Awak Juo

Agama Islam Wahyu Allah untuk Kita, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Awak Juo

Adat Warisan untuk Anak Kemenakan, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Awak Juo

Agama Islam Wahyu Allah untuk Kita, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Awak Juo

Adat Warisan untuk Anak Kemenakan, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Awak Juo

Adat Warisan untuk Anak Kemenakan, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Jumat, 07 Maret 2014

INDIKATOR DINUL ISLAM


Kumpulan Tulisan H. Amri Darwis,- Apabila dinilai dari pengakuan saja, ke-Islaman seseorang tentu sangat sulit untuk diketahui kualitas yang sebenarnya:Karena itu untuk mengetahui lebih jauh tentang ke-Islaman seseorang:maka harus dilihat  dari beberapa indicator yang menjadi pentunjuk:teraktualisasi atau tidaknya Dinul Islam dalam kehidupanya.
Keberadaan Aqidah Islamiyah di dalam diri seseorang, seharusnya akan membuatnya mampu memelihara hal-hal sebagai berikut:
1.       Keimanan
Dalam Q.S.Ibrahim ayat 24, Allah menyebutkan perumpamaan iman yang teguh itu, seperti kasajaratin thoyyibatin, artinya bagaikan pohon yang kokoh:akarnyamenancap jauh kedalam bumi, batang, dahan, ranting dan daunya menjulang tinggi ke angkasa. Kalaupun angin datang menuip, bahkan badai datang mengamuk, boleh jadi dia akan bergoyang, namun bila angin tenang dan badai reda:dia akan kembali berdiri seperti semula.
Berbeda dengan kualitas imam yang rapuh, Allah memisalkanya dengan sebutan kasajaratin khabisath , seperti pohon yang rapuh (Q.S.Ibrahim 28):akarnya hanya sekedar menempel ditanah. Jangan topan yang datang, angin sepoi-sepoi pun akan mampu merubuhkanya.
Jadi apabila imanya mantap, maka ia akan beristiqomah untuk tetap berada dijalur shiratal mustaqim . Bahkan tidak jarang: hal tersebut mampu ditularkan untuk kemudian mengayomi orang lain yang membutuhkan. Layaknya pohon yang rindang, bias menjadi tempat berteduh dan berlindung bagi orang lain.
2.       Akal
Akal, sebagai salah satu factor yang melebihkan kedudukan manusia dari mahkluk lain;sangat penting untuk dipelihara kualitasnya. Karena menurut ketentuan Islam, apa saja yang dapat mempengaruhi, apalagi merusak akal manusia : dilarang dan diperintahkan untuk menjauhinya.
Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Q.S.Al Maidah ayat 9 Innamal chamru wal maisiru wal anshohu wal azlamu min’amalis syaithan fajtanibu (sesungguhnya minuman keras, judi, menyembah berhala dan ramal meramal adalah pekerjaan syaitan. Oleh karena itu jauhilah)
4 hal tersebut, tidak saja menyebabkan hilang atau berkurangnya akal dan akan tetapi juga merendahkan kedudukan akal sendiri.
3.       Martabat
Termaktub di dalam Q..At-Tin, Laqad chalaknal insane fi ahsani taqwim (sesungguhnya manusia merugi itu adalah mahkluk yang sempurna)
Manusia diciptakan Allah dengan kedudukan dan martabat yang tinggi di antara mahkluk Allah yang lainya. Namun tsumma radatna hu asfala safilin (bia terhempas ke lembah kehinaan). Illal ladzina ‘amanu wa ‘amilussholihat (kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh).
Jadi yang dapat memelihara martabat manusia, adalah amal perbuatan baik yang berlandaskan kepada imam. Makanya ajaran Islam sangat melarang perbuatan yang melanggar hak-hak manusia, termasuk hak kepemilikan akan benda dan hak untuk hidup.
Sebagaimana yang ditegaskan Rasullullah,”Inna dima akum waamwalakum ‘alaikum haram (sesungguhnya harta dan nyawa sesame haram bagimu). Berarti perbuatan yang melanggar hak kepemilikan harta benda dan nyawa sesam muslim, diharamkan dalam ajaran islam.    
4.       Harta
Keberagaman, harus mampu mengarahkan untuk selalu berada dalam koridor Allah dan RasulNya, dalam memilih sumber nafkah. Mulai dari cara memperoleh, menggunakan harta serta mendistribusikanya. Dalam ajaran Islam tidak boleh merugikan orang lain dalam mencari Harta benda dan kebutuhan lainya. ”watakkulu amawalakum bainakum bil bathil (jangan sampai kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang bathil).
Berarti dalam tuntunan Islam, untuk memperoleh harta sumbernya harus yang berkualitas halalan dan thoyiban.
5.       Keluarga
Ku anfusakum wa ahlikum naro (periharalah dirimu dan ahli (anak&istrimu)serta familimu dari azab neraka). Sebagai muslim, memiliki kewajiban untuk memelihara diri dan anggota keluarganya dari azab neraka.
Untuk itu ajaran Islam menuntun umatnya mulai mencari jodoh, melaksanakan pernikahan, berumah tangga, mendidik anak, sampai akhirnya mampu membangun rumah tangga sakinah mawaddah dan warahmah. Rumah yang baiti jannati untuk membentuk keturunan shaleh dan shalehah.
6.       Agama
Disamping berkewajiban untuk melaksanakan sendiri ketentuan Agama, setiap muslim juga sangat dihimbau untuk mengajak orang lain ke jalan Allah dan Rasulnya. Wal takam mainkum ummatum yad’una ilal chair, wayak muruna bil ma’aruf, wayanhauna ‘anil munkar.
Untuk ajakan tersebut, Allah memberikan suatu penghargaan yang tinggi melalui firmaNya”waman’ahsanu qoulammirnma da’ailallah (apakah ada perkataan yang lebih baik dari perkataan yang mengajak orang ke jalan Allah)

Nah sebagai seorang muslim sudahkah mampu memelihara ke 6 hal tersebut?akan menjadi lebih baik, bila kita mulai menilai dan menyimpulkannya sekarang juga.




Kamis, 06 Maret 2014

ECONOMIC NETWORK















Kumpulan Tulisan H. Amri Darwis,-  Salah  satu masalah  terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini , adalah kesenjangan ekonomi masyarakat. Ini sebagai akibat kesalahan strategi pembangunan. Hasilnya, tentu saja terjadi jurang pemisah antara kelompok yang mampu semakin lebar dan dalam.
Persoalan tersebut, justru ditambah dengan posisi hutang luar negeri Indonesia saat ini 96% dari produk domestic ruto. Untuk membayar hutang tersebut, terpaksalah harus menggunakan pinjaman baru, serta penggalian sumber daya alam sebanyak-banyaknya.
Untuk menanggulangi masalah tersebut, maka perlu diterapkan system ekonomi yang berbasiskan kehidupan rakyat. Jadi penegakan demokrasi yang saat ini sedang diperjuangkan, hendaknya diikuti dengan penegakan keadilan dalam bidang ekonomi.
Sebagai contoh, ummat Islam  yang berjumlah 87% dari 209 juta penduduk Indonesia, harus mampu membangun jaringan ekonomi yang kuat. Kalau mau saja umat Islam berpikir secara objektif, dengan jumlah sedemikian besar, merupakan solusi dari permasalahan yang kita hadapi. Umat Islam adalah   stockholder dan stake holder sekaligus.
Ummat Islam adalah konsumen yang pontensial, karena itu harus diorganisir oleh pihak produsen. Bila tidak mampu menyelesaikan permasalahan sendiri,maka akan muncul pihak lain menawarkan solusi yang tentunya latarbelakangi oleh kepentingan-kepentingan sendiri, baik yang mereka utarakan secara resmi maupun yang tersembunyi.
Jadi usaha saat ini harus diarahkan, bagaimana menjadikan ummat Islam sebagai mesin penggerak ekonomi kita. Untuk itu, yang paling penting ditumbuh kembangkan, adalah kesadaran dan keinginan untuk bersatu membangun economi network.
Jelas yang menjadi basisnya adalah mutual trust diantara umat islam. Suasana saling curiga, serta keinginan hanya untuk mendahulukan kepentingan diri sendiri atau kelompok sendiri, pasti akan menjadi penghambat utama untuk terciptanya jaringan ekonomi ini.
Untuk itu, barangkali yang bias dijadikan embrio net-work adalah: kelompok-kelompok masjid, kelompok majelis ta’lim, kelompok remaja masjid, dan lain-lain. Di antara anggota ini, sudah terjalin rasa percaya, saling membantu, rasa kesatuan dan hubungan ukhuwah yang cukup kuat. Jadi jangan kelompok yang ada hanya digunakan untuk kepentingan politik saja. Namun harus diarahkan kepada kepentingan untuk meningkatkan taraf hidup umat di bidang ekonomi, yang sejak zaman Indonesia merdeka, hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Kelompok  yang sudah terbangun ini, harus mampu membangun unit-unit usaha yang menyangkut keperluan masyarakat banyak. Misalnya aja, membuka usaha perbengkelan, distributor barang-barang kebutuhan pokok, unit pelayanan kesehatan, lembaga-lembaga pendidikan yang memfokukan pada pembekalan ilmu dan pengetahuan yang bersifat life skill dan masih banyak lainya

Rasanya hal-hal tersebut dimulai segera. Harus ada di masing-masing daerah atau wilayah, mau menjadi inisiator, untuk memulai mengorganisir usaha ini. Tentunya dises
uaikan dengan situasi dan kondisi objektif yang ada. Nah, siapa yang mau memulai?


Selasa, 04 Maret 2014

DIALOG TINGKAT TINGGI

















Kumpulan Tulisan H. Amri Darwis,- Kalau yang berdialog itu rakyat kecil, tentu dampaknya terhadap masyarakat boleh dikatakan tidak ada. Bahkan kalau yang berdialog itu pemimpin bangsa sekalipun, paling-paling yang terkena imbas secara langsung hanya bangsa itu sendiri. Namun kalau yang berdialog itu Rasullullah dan teman berdialognya malaikat Jibril, jelas pengaruhnya akan mengena manusia.
Itulah yang pernah terjadi pada suatu saat. Dalam suatu dialog dengan Rasullullah, malaikat mengingatkan manusia akan suatu resiko atau akibat yang mereka tanggung dari perbuatan-perbuatan melanggar ketentuan Allah dan RasulNya.
Kata jibril kepada Rasullullah: “Bila mana manusia sudah keranjingan melakukan dosa, melanggar larangan Allah sudah menjadi konsumsi sehari-hari, dan perselisihan antara rakyat dengan penguasa, bilamana manusia dalam berusaha dan berniaga sering mengurangi takaran dan timbangan, maka Allah akan menurunkan penyakit yang tidak bias disembuhkan.
Pertama Allah akan menjadikan masyarakatnya berprilaku kasar serta berada di bawah maka Allah akan menjarangkan turunya hujan.
 Terus terang bila kita jujur, apa yang diingatkan Jibril dalam dialog di atas, sudah menjadi kenyataan dalam kehidupan yang kita dapati saat ini. Kalau kita coba menganalisa menggunakan teori pembuktian terbalik, dimana akibatnya dulu yang kita buktikan, maka statement Jibril tadi tidaklah berlebihan.
Berbagai jenis penyakit yang belum bisa disembuhkan sampai saat ini adalah AIDS. Kendati ada penemuan sejenis tumbuhan yang disebut bintangor di daerah Sarawak, yang diklaim bias mengatasi penyakit jenis AIDS , namun secara keseluruhan, penyakit ini masih merupakan momok yang sangat mengerikan manusia. Betapa tidak, penderita penyakit ini akan kehilangan daya yahan tubuh, sehingga penyakit seringan apapun yang menyerang, dapat mengancam jiwa mereka.
Menurut data WHO , saat ini setiap menit ada lima orang yang terinfeksi AIDS di dunia. Penyebab timbulnya penyakit ini, karena perilaku seksual yang menyimpang dari ketentuan Allah, seperti yang dilakukan umat nabi Luth dulu (Homo sex dan lesbi-pen)
Tawuran antar pelajar, antar warga,antar suku, sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita saat ini. Ruang lingkup tempat mencuatnya perilaku kasar, tidak saja di kota-kota besar, bahkan juga sudah sampai ke pelosok, antara lain di singkawang, Kalimantan barat, di tual Maluku, di Batam Riau dll.
Kalau masalah pemerintahan yang zalim dan perselisihan antara masyarakat dengan penguasa “saluang sajolah nan manyampaian” atau “Tanya sama rumput yang bergoyang.”
Rasanya frekuensi turunya hujan, jika dikaitkan dengan periodesasi turunya hujan yang seharusnya di daerah tropis, juga sudah berkurang, walaupun hujan air mata bertambah lebat entah di Aceh, entah di Ambon, entah di Timor-timor, dan seterusnya. Inipun terlepas dari gejala alam yang disebabkan oleh El Nino, atau karena dana reboisasi kesasar entah kemana, atau lubang ozon yang semakin besar. Yang jelas turunya hujan sudah semakin jarang.
Dengan demikian maka memang benar dialog tinggkat tinggi terebut. Jika kita himpun, maka akan kita dapati tiga perbuatan terbanyak pada hari ini yang menghasilkan penyakit terbesar sepanjang masa:
a.       Manusia sudah terlalu banyak berbuat dosa
b.      Pengurangan takaran dan timbangan baik kualitas maupun kuantitas sudah biasa dilakukan manusia yang melakukan usaha perdagangan dalam berbagai jenis dan bentuknya saat ini.
c.       Banyak manusia yang sudah enggan membayar zakat
Adakah andil kita didalamnya? Sal Dzamirah! Tanya hati

nurani masing-masing!

Senin, 03 Maret 2014

asslm ww, Dunsanak2 nan Ambo muliakan ;

InsyaALLAH, tgl 06 Maret lusa Ambo di wisuda di KEMAYORAN EXPO (Program S3-MSDM, UNJ). Tarimo kasih atas do'a dan dukungan nyo untuk Ambo, mudah2an dibaleh ALLAH balipek gando, amin. Andaknyo bisa pulo manyemangati nan mudo2, aaamiin. Salam hormat, Ambo dan keluarga ; Wassalam.

(Dr.Drs.H.AMRI DARWIS, S.AB,MM)

Sifat MURU,AH

Dalam kehidupan , kepada kita selalu dihadapkan 2 hal yang bersifat antagonis, yaitu yang baik dan buruk, haq dan bathil, halal dan haram, dst. Kemampuan kita untuk selalu memutuskan pilihan kepada pilihan yang mengikuti ketentuan ALLAH dan tuntunan RASULULLAH disebut MURU'AH.
Ada 4 sifat muru'ah dalam keseharian kita, yaitu ;

1. MURU'AT Al LISAN ; yaitu bagaimana kita dalam bertutur kata selalu mengucapkan lisan yang yang baik, yang santun, yang menyejukkan hati orang yang mendengarnya. Kalau kita merasa tidak mampu untuk melakukan hal demikian dalam situasi tertentu, katakanlah disa'at kita sedang marah dan kesal maka sebaiknya kita diam saja. Ini yang dikatakan Rasulullah " Fal yukminunALLAHi wal yaumil akhir, fal jaqul chairan auliyasmut " = kalau engkau beriman kepada ALLAH dan hari akhir berkatalah yang BAIK atau lebih baik DIAM. " Silent is golden".
Perkataan seperti apa yang baik disisi ALLAH?? "...da'a ilALLAH.." yaitu perkataan2 yang mengajak kejalan ALLAH. Mau kah kita melakukannya, berpulang pada diri kita masing2.

2. MURU'AT Al MAL ; harta kita selalu didapat, digunakan dan dimanfaatkan sesuai dengan petunjuk ALLAH dan RASUL. " kulu mimma fil ardi, HALALAN THOYIBAN " , yang halal dan yang baik. Halal menurut syari'at dan baik menurut kesehatan. Sebab "....daging yang berasal dari yang haram, sesungguhnya neraka lebih berhak terhadapnya..." kata Rasulullah.

3. MURU'AT Al QULUB ; Qulubun Zakirun, hati yang selalu ingat kepada ALLAH. Hati inilah yang setiap kita dengar bisikannya selalu membisikkan bisikan "MALAKIYAH", bisikan yang baik2 bukan bisikan"SYATHANIAH" bisikan setan. Karena itu hati kita selalu kita pelihara jangan menjadi kotor karena perbuatan dosa yang kita lakukan. jangan menjadi membatu karena "penyakit" hubuddunya, cinta dunia yang berlebihan. Kalau hati sudah ditutupi "tabir" dari NUR ILLAHI tidak lagi mampu dan  mau menerima yang HAQ. " Chatamallahu 'ala qulubihim......"  

4. MURU'AT Al JAL ; amanah harus kita pelihara. Harta , keturunan dan jabatan adalah amanah yang dititipkan ALLAH kepada kita. Apalagi bagi yang mendapat amanah sebagai Pemimpin, risiko yang kita terima sangat berat kalau amanh itu tidak kita pelihara dan jalankan sesuai tuntunan ALLAH dan RASUL. Orang yang diberi amanah sebagai Pemimpin (formal dan informal), tidak menggunakan wewenang, jabatan dan pangkatnya untuk mengajak orang2 yang dipimpinnya kejalan Allah, maka jangankan masuk SURGA, mencium wanginya SORGA saja tidak akan mendapatkan kesempatan. Padahal wanginya sorga itu sudah tercium dari jarak 70.000 tahun perjalanan.

Mari kita pelihara sifat MURU'AH dalam diri kita masing2, kalu mau insyaALLAH bisa, Allahualam bissawab.

Minggu, 02 Maret 2014

Time management ala RASULULLAH

Ada 4 KEGUNAAN WAKTU kata Rasul :

1. Yunaji fiha Rabbahu  : Bermunajad kepada Allah, berkomunikasi , berdialog dg Allah melalui Ibadah yg ada syariat dan rukunnya yaitu SHALAT 5 WAKTU, PUASA RAMADHAN, ZAKAT dan HAJI. kemudian melalui ibadah2 TANPA ADA RUKUN DAN SYARATNYA, SEPERTI SEDEKAH, SILATURRAHIM, MENUNTUT ILMU dll. Khusus Shalat adalah sarana untuk meminta kepada ALLAH " Memintalah kepadaKU dengan SABAR dan SHALAT...". Jadi syarat utk meminta kepada ALLAH harus SABAR dan SHALAT. Shalatpun harus yang khusuk "...illa 'alal Chosi'in..". Jadi kalau permintaan kita belum dikabulkan ALLAH boleh jadi kita baru MENGERJAKAN bukan MENEGAKKAN Shalat. Yang diperintah " AQOMUS SHOLAH...." Tegakkan Shalat !!. Atau mungkin kita tidak Sabar menunggu berkenanNYA ALLAH memenuhi permintaan kita. Allahu'alam bisshawab.

2.Yuhasabu fiha nafsahu : Hitung2 dirimu !. Apa yang kita hitung dan nilai ttg  diri kita ?. Setidaknya untuk apa kita gunakan 5 HAL sebelum datang 5 YANG LAIN :
a. Untuk apa HIDUP digunakan sebelum KEMATIAN datang.
b.  ....."........ MUDA .............."............  TUA datang.
c. ....."......... SEHAT ............."...............SAKIT datang.
d. ....."......... KAYA...............".............. MISKIN datang.
e. .....".........KESEMPATAN.......".........KESEMPITAN datang.

3. Yatafakkaru fihin Illahi 'azza wajalla : merenungkan CIPTAAN ALLAH, mulai dari diri kita sebagai MAKHLUK ALLAH yang sebaik-baiknya kejadian, yang Allah ciptakan makluk lain untuk keperluan kehidupan manusia. Diharapkan dengan merenungi ciptaan ALLAH membuat kita menjadi orang yang bersyukur kepada ALLAH.

4. Mencari Nafkah : mencari rezki untuk hidup dan kehidupan adalah IBADAH. Maknanya kalau kita meyakini bekerja adalah ibadah kepada ALLAH, tentu tidak mungkin kita akan melakukan apa2 yang dilarang oleh ALLAH. Tidak mungkin kita mempersembahkan kepada ALLAH suatu yang tidak baik. 

Mudah2an bermanfaat, amin yang ALLAH, wassalam.

D.U.I.T: SARANA KESELAMATAN


Kumpulan Tulisan H. Amri Darwis,-Semua orang pasti tahu betul maksud dan arti dari judul ini. Kecuali (orang-orang yang hiduped) di zaman primitif, dimana transaksi perdagangan masih memakai cara barter:barang dengan barang. Bahkan kadangkala kedua belah pihak tidak perlu berhadapan langsung dalam proses transaksi.
Di zaman modern, rasanya sangat mustahil transaksi perdagangan dilakukan tanpa menggunakan duit, sebagai alat pembayaran sah. Walaupun dapat berbentuk pengganti lainya seperti cheque, giro bilyet dan lainya.
DUIT sebagai sarana  kebutuhan manusia untuk mencapai keelamatan hidup di dunia dan di akhirat. Ternyata memiliki pengertian lain sebagai berikut
1.       DOA
Ada yang menyebutkan bahea intinya ibadah itu adalah do’a. sebab do’a merupakan salah satu cara untuk menunjukan kesadaran dan pengakuan, betapa lemahnya manusia sebagai hamba Allah. Karena hanya kepda Allah sajalah selayaknya (kita-ed) mengabdi dan meminta pertolongan, sebagaimana yang termaktub dalam ummul Qur’an surat Alfatihah Iyyaka na’budu wa iyyaka nastha ‘in, yang artinya, hanya kepada Engkaulah kami mengabdi, dan hanya kepada Engkaulah jua kami memohon pertolongan 

Melalui do’a, akan dapat membuka pintu masuk inayah dan  ridho dari Allah bagi kita. Rasullullah dalam berbagai kesempatan berkumpul dengan para sahabatnya, sering mengemukakan berbagai syarat untuk berdo’a, antara lain:
-Tadorruk (Merendahkan diri dihadapan Allah)
-Tharah  (Dalam keadaan suci dan berwuduk). Di tempat yang baik seperti Masjid, Mushalla, Multazam, dan tempat lainya yang terjaga dari berbagai najis.
Salah satu hadist, Rasullullah menyebutkan, ada dua golongan manusia yang doanya cepat di hijabah (diterima)Allah, yaitu orang yang berpuaa dan orang-orang yang teraniaya.
2.       Usaha
Allah mengatakan dalam surat Ar-Ra’d Ayat 11 Innallahalaa yughaiyiru ma bi qaumi hatta yughaiyuru ma bi anfusihim, yang artinya:Allah tidak akan merubah kondisi suatu kaum, sampai kaum itu sendiri berusaha untuk merubahnya.
Dalam lingkup yang lebih kecil ini hal yang sama berlaku juga bagi setiap orang. Dalam Q.S.An Najm 39 didebutkan pula: Wa anlaisa lil insane illa maa Sa’a, artinya, dan manusia tidak memperoleh, kecuali apa yang diusahakannya
Dalam kedua Firman Allah tersebut, terlihat betapa kuatnya dorongan Ajaran Islam, agar ummatnya mempunyai semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan. Bahkan Rasullullah menambahkan,”Tangan di atas lebih baik dari pada tangan yang di bawah.” Atau menurut pribahasa,”Memberi itu lebih baik dari pada menerima”.
Untuk bias tangan di atas, tentu dibutuhkan kepemilikan di atas rata-rata. Dalam situasi sulit, pasti dibutuhkan usaha ekstra  atau willingness to do more , kecuali bila mau menempuh cara-cara tidak terhormat, baik berasal dari pandangan manusia apa lagi dari pandangan Allah.
3.       Ikhsan
Agar kita tidak menghalalkan segala cara dalam menjalani kehidupan, maka diperlukan keyakinan akan keberadaan Allah di manapun, kapanpun dan dalam keadaan yang bagaimanapun kita seperti yang ditegaskan Allah dalam Q.S.Al Baqarah 186:Wa idza sa alaka ‘Ibadii ‘anni, fa inni qoribun ujibu da’watadda’I idza da’anii fal yastajibuli wal yu’minubi la’allalukum yarsyuduun. Artinya: Bila hamba-hambaKu bertanya tentang aku, katakan bahwa Aku dekat. Aku perkenankan permohonan orang yang berdo’a. Maka hendaklah mereka memenuhi panggilanKu, dan hendakilah mereka beriman kepadaKu. Demikian itu bagi mereka orang-orang Yang Cerdas.
Rasanya dengan sifat Ihsan yang ada dalam diri, akan mampu menghalangi kita dan berbuat sesuatu yang tidak diridhoi Allah.
4.       Tawakal
Seringkali dalam kehidupan, apa yang tidak diinginkan justru datang, sementara apa yang ditargetkan, bahkan secara matematis dan logis akan dapat teraih, malah menjauh. Di saat inilah diperlukan untuk berserah diri kepada Allah. Di saat semua sumber daya telah dikerahkan , ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diperhitungkan. Saat itulah yang paling tepat untuk menyimak Firman Allah yang Artinya:dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu uka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedangkan kamu tidak mengetahuinya. (QS:2, ayat 216)

Bukankah salah satu cirri orang yang beriman itu wanarocho alal qhodo, kata Rasullullah, yaitu ilkhlas menerima ketentuan Allah? Jadi dengan ber DUIT(ber-Do’a,ber-Usaha yang keras, bersifat ikhsan dan ber Tawakal dalam setiap situasi), insyaAllah akan membawa keselamatan hidup didunia dan akhirat. Amin ya Rabbal’alamin.