Awak Juo

Agama Islam Wahyu Allah untuk Kita, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Awak Juo

Adat Warisan untuk Anak Kemenakan, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Awak Juo

Agama Islam Wahyu Allah untuk Kita, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Awak Juo

Adat Warisan untuk Anak Kemenakan, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Awak Juo

Adat Warisan untuk Anak Kemenakan, Jalankan Utamakan Optimalkan.

Senin, 31 Maret 2014

"PERINGATAN" RASULULLAH


ASSALAMU'ALAIKUM WW ;

DALAM RANGKA TAWA SYOIBIL HAQ , PERLU RASANYA KITA SEGARKAN PIKIRAN KITA TENTANG "PERINGATAN"  RASULULLAH BERKAITAN DENGAN SITUASI DAN KONDISI  TERKINI YANG SEDANG DAN YANG AKAN KITA HADAPI YAITU SABDA RASULULLAH  ;

H.R. IMAM AHMAD BIN HANBAL IMAM BUKHARI DAN MUSLIM ;

3 GOLONGAN MANUSIA  YANG : TIDAK AKAN DIAJAK BICARA OLEH ALLAH DI HARI KIAMAT,TIDAK DIRAHMATI, TIDAK DIAMPUNKAN DOSANYA DAN AKAN MENDAPATKAN SIKSA YANG PEDIH, YAITU :


1. MEREKA YANG BERKELEBIHAN AIR TAPI TIDAK MAU MEMBERIKAN KEPADA ORANG/MAKHLUK LAINNYA YANG MEMBUTUHKAN.

2.ORANG YANG MENJUAL BARANG DAGANGANNYA BERSUMPAH DENGAN MENYE BUTKAN NAMA ALLAH, TAPI TIDAK SESUAI DENGAN YANG IA TAWARKAN.

3.ORANG MEMILIH PEMIMPIN, TETAPI MEREKA TIDAK MEMILIH KECUALI APABI LA MENDAPATKAN IMBALAN UANG ATAU BENDA APAPUN DARI YANG AKAN DIPI LIH. ( !!!!!!!!!!!!!!hal ini harus jadi perhatian kita menjelang tgl 09 April ini !!!!!!!!!!!!!!!!)

SEMOGA BERMANFAAT, WASSALAM.

Jumat, 14 Maret 2014

CRISIS MANAGEMENT


Asslm ww, 
Menurut pendapat para pakar dalam mengatasi krisis yang terjadi dalam kehidupan kita ada 3 sikap yang harus kita kedepankan :

1. WILLINGNESS TO DO MORE

Maknanya kita harus bekerja keras. kalau dalam situasi biasa kecepatan kita 60-70 KM per jam , maka dalam situasi krisis kecepatan kita harus ditambah. kalau mungkin " full speed", Namun "safety First". Kalau kita bekerja biasa2 saja disaat krisis maka kita akan tertinggal jauh dan kalah bersaing.

2. DO NOT BLAME THE OTHERS

Lebih banyak instropeksi diri, jangan sekali-kali menyalahkan orang lain atas ketidak berhasilan kita. Kaji plus minus kita, kenali diri kita. Adakan SWOT Analysis atau Analisa KeKePAn = Kekuatan, Kelemahan , Peluang dan Ancaman. Dengan demikian kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk diri kita . Klu masih ada yang kurang kita usahakan untuk menambahnya, atau kita bersinergi dengan orang lain dengan prinsip " win win solution".

3. SPEAK WITH DATA.

Keakuratan data yang dijadikan sumber informasi dalam menentukan langkah dan mengambil keputusan akan sangat menentukan kaakuratan langkah dan keputusan yang kita ambil.               " garbage in , garbage out". Kalau data yang masuk kualitas rendah , maka keluarannya pun akan rendah. Untuk itu sumber data harus dari sumber yang kredibilitas kelembagaannya tidak diragukan.

Mudah2an bermanfaat.
Wassalam!!!

MENYINGKAP TABIR IMAN


Kumpulan Tulisan H. Amri Darwis,-Dalam menimbang-nimbang kualitas iman yang kita punyai, berdasarhan hadits Rasulullah , kiranya dapat diamati dari beberapa dimensi dan aktualitasnya dalam kehidupan kita.
1.       Satu Kata dan Perbuatan
Sabda Rasulullah ,”Iman itu adalah, Ikranum bil lisan watasdiqun hi qolbi wa’amalun bilarkan (diucapkan dengan lisan, dibenarkan dengan hati dan dibuktikan dengan perbuatan)
Dari aspek ini orang beriman adalah orang yang bertanggungjawab dan konsekwen:Perkataanya bias dipegang, dan bila berjanji berjanji selalu ditepati , bukan lain dimulut lain dihati .
2.       Respon Terhadap Perbuatan Munkar
Rasulullah bersabda,”Man roa afminkum mungkar, falyughayyiru biyadihi, failam yastati’ fabili sanihi, failam yastati’ fabi qolbihi, zalikal ad’aful iman,” Artinya, bila kamu melihat perbuatan mungkar , hendaklah kamu robah, dengan tanganmu, kalau tidak mampu, robahlah dengan lisanmu, bila tidak mampu robahlah dengan ‘hatimu. Itulah tanda selemah-lemahnya iman .

                Bagi orang beriman kepada Allah, setiap melihat perbuatan mungkar akan dicegah kalau belum terjadi. Bila sudah terjadi akan dirubahnya kearah yang lebih baik. Kalau memang memungkinkan akan dihilangkannya:kualitas iman seseorang akan terlihat dari cara yang ditempuh mereka dalam usaha menghilangkan perbuatan mungkar terebut.
                Kualitas iman yang dipunyai seseorang:dikategorikan sebagai ‘kuat’ apabila perbuatan mungkar itu dirubahnya dengan tindakan dan perbuatan yang nyata. Termasuk juga, dengan kekuatan atau power yang mereka punyai. Bila tidak mampu, dengan lisan orang melakukan perbuatan mungkar itu diberi tahu akan kesalahan serta resiko yang akan mereka dapat didunia maupun diakhirat nanti.
                Kalau masih belum mampu juga, maka paling tidak hati kita harus berbisik bahwa perbuatan mungkar itu tidak diridhoi Allah dan berdo’a agar Allah memberinya petunjukNya. Kepada mereka yang terakhir ini merupakan indikasi iman yang sangat lemah.

3.       Respon Terhadap Ketetapan Allah
Pada suatu kesempatan pada saat para sahabat sedang menunggu waktu shalat, Rasulullah datang dan menanyakan  keadaan para sahabat:yang dijawab oleh para sahabat bahwa Alhamdulillah mereka ada dalam keadaan beriman. Waktu dijawab demikian Rasulullah bertanya lagi,” Apa yang dimaksud dengan BERIMAN itu?
Pertanyaan ini dijawab oleh seseorang yang hadir dan dibenarkan oleh Rasulullah bahwa ciri-ciri orang yang beriman itu adalah:
a.       Wanaskuru ‘alam Nikmah : Bersyukur  bila mendapat nikmat dari Allah, apapun bentuk dan sekecil apapun nikmat tersebut.
b.      Wanasybirut ‘alal Bala, bersabat bilamana mendapat cobaan dalam kehidupan, ambil berusaha maksimal dan memohon pertolongan Allah. Ujian tersebut dihadapi dengan sabar dan tawakal.
c.       Wanarcho ‘alal Qhodo:iklas dalam menerima keadaan setelah berusaha maksimal ternyata hasilnya masih belum sesuai dengan yang kita harapkan.

Berada pada tingkat iman yang manakah kita dengan menggunakan tiga tolak ukur di atas? Dengarlah bisikan hati nurani masing-masing.    



Rabu, 12 Maret 2014

CARA MINTA PERTOLONGAN ALLAH;

Asslm ww ;

Suatu saat 3 Musafir berlindung dalam Gua  dari keganasan badai yang terjadi di Padang Pasir. Karena kencangnya Badai sebuah batu jatuh menutupi mulut Gua. Setelah badai reda mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyingkirkan batu tersebut, namun mereka tidak mampu. Kemudian mereka ber 3 berunding dan memutuskan untuk mengadu dan minta tolong kepada ALLAH  dengan menyampaikan amal atau perbuatan yang mereka pernah lakukan dengan ikhlas karena mencari RidhoAllah semata.

Musafir 1 : "Ya Allah kedua orang tuaku tinggal bersamaku. setiap pagi setelah memerah susu selalu mereka yang pertama meminumnya. Suatu hari mereka terlambat bangun dan Aku tidak sampai hati utk membangunkannya. Anak2ku sudah menangis meminta susu tersebut, namun aitu ku tetap menunggu kedua orang tua ku bangun dan mereka yang meminum susu itu yang pertama. Kalau ini Aku lakukan dengan ikhlas untuk mendapatkan ridhoMU ya Allah, tolong lah kami keluar dari dalam Gua ini ".
Batu yang menutupi gua tersebut bergerak, namun belum memungkinkan mereka untuk keluar.

Musafir 2  :  " Ya Allah, Aku mempekerjakan beberapa orang untuk mengembalakan ternak2 kami yang dibayar gajinya setiap minggu..Suatu saat ada seorang pekerja yang tidak  mengambil  gaji dan tak seorang pun tahu kemana perginya ybs. Uang gaji nya kami belikan ternak dan kami pelihara bersama ternak2 kami. berapa tahun kemudian ybs datang meminta gajinya, kami menunjukkan  ternak yang kami beli dengan uang gajinya dulu. Ybs membawa semua ternak itu dan kami serahkan tanpa membebaninya biaya apapun. Kalau ini kami lakukan dengan ikhlas dan untuk mencari ridhoMU ya Allah tolonglah kami keluar dari Gua ini".
Batu kembali bergerak, tapi tetap belum memungkinkan mereka keluar.

Musafir 3 : " Ya Allah, Aku sangat tertarik dengan Putri Pamanku, namun dia tidak ada perhatian kepada ku. Suatu saat keluarga Pamanku mengalami kekurangan makanan karena paceklik, Putrinya disuruh untuk meminta tolong kepadaku. Waktu dia datang yang merupakan kesempatan yang sudah lama kunantikan, disaat bisikan setan datang ditelingaku, Aku ingat Engkau ya Allah, Aku takut kepadaMU sehingga Aku tidak sampai melakukan perbuatan yang Engkau larang. Kalau ini Aku lakukan dengan ikhlas dan karena ingin mendapatkan ridhoMU ya Allah, tolong lah kami keluar dari Gua ini ".   
Batu kembali bergerak dan mereka ber 3 bisa keluar dari dalam Gua tersebut.

Jadi suatu perbuatan yang kita lakukan dengan ikhlas karena  mencari Ridho Allah semata dapat kita sampaikan kepada Allah untuk mendapatkan pertolonganNYA. 
Melihat bencana ASAP yang kita hadapi saat ini terutama Kabupaten 50 Kota dan Payakumbuh , berdasarkan pengujian udara di ke 2 Daerah tersebut oleh DinKes Prop.Sumbar menyatakan partikel PM 10 ( Particulated Material) yang baik bagi kesehatan pada tingkat maksimal 150 PM10, ternyata sudah berada pada level 158 PM10. Karena dipantau Asap yang ada tidak hanya berasal dari kebakaran lahan di Riau yang dari 900 Titik, tapi sudah bercampur dengan asap serta partikel yang datang dari Gunung Sinabung. Rasanya tidak ada kita yang mampu menghentikan bencana ini. oleh karena itu mari kita masing2 melakukan apa yang dilakukan ke 3 Musafir diatas untuk meminta pertolongan kepada Allah, agar bencana yang kita hadapi yang sangat berdampak buruk dan berbahaya bagi kehidupan kita ini , segera dihilangkan dan dijauhkan Allah dari kita.
Mari kita lakukan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. mudah2an usaha dan do'a kita diperkenankan ALLAH, aaamiin. Wassalam.

Selasa, 11 Maret 2014

MASALAH KITA

Kumpulan Tulisan H. Amri Darwis,-Sebenarnya ada suatu persoalan yang sangat memalukan, terutama bagi sebuah bangsa besar yang hidup dalam peradaban ketimuran, penuh santun dan etika, kaya tatanan adat dan ta’at beribadat. Persoalan yang paling tidak proposional dan professional itu, terjadi begitu saja didepan hidung kita. Persoaalan yang justru kalau diterapkan sesuai porsinya, justru tidak akan menimbulkan masalah.
                Setelah beberapa kali survey yang dilakukan oleh Political Economical Risk Consultancy, Indonesia selalu berada di peringkat atas dalam hak KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme). Tentu saja hal tersebut merupakan masalah besar buat bangsa ini.
                Namun demikian, untuk saat ini, kalaupun belum ada kemampuan kita untuk mengenyahkan KKN dari berbagai aspek kehidupan, setidaknya secara objektif, kita mengetahui paling tidak ada 4 penyebab yang mendorong tumbuh kembangnya KKN tersebut yaitu:
1.       Kebutuhan Lebih Besar dari Pendapatan
Diakui atau tidak, yang jelas tingkat  pendapatan resmi pegawai pemerintah memang masih jauh dari tingkat kebutuhan. Sementara itu kemajuan teknologi, paling tidak menjadi salah satu penyebab suburnya budaya Konsumerisme di tengah-tengah masyarakat.
Sebagai contoh: seorang Hafizh Al Quran di Singapura, berpendapatan 300  dolar singapura /bulan, sementara di Malasyia, pekerja biasa bergaji  350 ringgit/bulan, sedangkan di Indonesia, dengan UMR yang sepertiganya, harus menghadapi system yang korup. Untuk mencap SIM dan paspor saja, yang notabenenya menggunakan jempol sendiri, kita harus membayar, conto yang lain sungguh begitu banyak, barangkali pengalaman kita berbeda-beda, tapi bias diyakini, kalau situasi yang demikian memang tengah melanda.
2.        Ahklak dan Mental Sudah Runtuh
Kalau ada tokoh nasional yang mengatakan bahwa korupsi sudah membudaya di bangsa kita, rasanya sulit untuk membantahnya. Tentu saja besarnya uang rakyat yang di korupsi, sesuai dengan tinggi rendahya kedudukan seseorang. Bertambah tinggi kedudukan seseorang, akan bertambah besar pula jumlah nilai korupsi yang berpeluang mereka lakukan.
Bila seorang pegawai rendahan yang bertugas memfoto copy dokumen, lalu memanfaatkan untuk kepentingan pribadi 10 lembar kertas per hari, berapa rim kertas yang menyimpang dari penggunaan seharusnya diseluruh instansi pemerintah.
Kita sering geleng-geleng kepala, melihat seorang pejabat Negara, yang berpendapatan resmi hanya cukup untuk biaya kebutuhan keluarga sehari-hari, tapi mampu membeli beberapa rumah  dan mobil mewah. Aneh memang, tetapi begitulah kenyataanya.
3.       Pengawasan Yang Tidak Efektif
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa oknum petugas dari suatu instansi  yang bertanggung jawab, dalam memeriksa penggunaan dana pemerintah, lebih sering mencari penyimpangan bukan untuk menindaknya, tapi untuk  memperkuat posisi tawar menawar upeti, guna meringankan, bahkan menghapuskan penyimpangan yang ditemui mereka. Termasuk pemeriksaan yang dilakukan instansi pemerintah terhadap sektor swasta.
4.       Tradisi Masyarakat Yang Salah
Apabila sesorang menjadi pejabat, maka anggota keluarga yang harus disantuni dan dipenuhi kebutuhanya, mendadak menjadi banyak. Sering seorang pejabat, karena menjaga reputasi dimata keluarga, berusaha untuk membuktikan , bahwa mereka mampu menyenangkan semua kerabat mereka. Sayangnya, sering dilihat dari aspek materi saja oleh orang-orang disekelilingnya.
Di samping hal-hal tersebut diatas, maih ada masalah subtansial yang memperburuk situasi, yaitu:
a.       Sistem pembangunan dan pendidikan yang keliru. Negara kita adalah Negara agraris dan bahari, sekarang ada berapa Lembaga Pendidikan di bidang tersebut?kalaupun ada, tentu saja masih belum memadai.
b.      Kerancuan instansi Negara, di mana adanya kedudukan lembaga Negara yang tumpang tindih .
c.       Lemahnya penegakan hokum

Oleh karena itu solusi yang dapat ditempuh adalah
a.        Membangun sistem yang benar, dimana kewenangan institusi menjadi proposional.
b.      Sistem pembangunan dan pendidikan disesuaikan dengan potensi alam dan gografis.
c.       Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan fasilitas pendidikan, kesehatan yang terjangkau.
d.      Melakukan system reward and punishment yang membuat pelaku-pelaku pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku menjadi jera untuk mengulangi perbuatan mereka. Misalnya, hukum potong jari dan dikucilkan di tempat yang terpencil, bagi koruptor yang menggerogoti harta rakyat.

                Prasyarat  mutlak  untuk berhasilnya usaha ini, harus ada kesamaan nawaitu, keinginan dan persepsi dari seluruh anak bangsa. Nah, tentu saja hal itu terpulang kepada keinginan individual, terutama nurani para elite pimpinan itu sendiri untuk mau atau tidaknya merubah keadaan seperti ini.

Senin, 10 Maret 2014

MANAJEMEN KECEMASAN

Kumpulan Tulisan H. Amri Darwis,-Walau tidak semua orang mempunyai sifat mudah dihinggapi rasa cemas, namun patinya, setiap orang pernah merasakan cemas. Boleh jadi karna rasa cemas kalau tidak lulus ujian, rasa cemas akan ditolak cintanya, rasa cemas gagal dalam masa percobaan pekerjaan, rasa cemas dalam menghadapi masa pensiun, dan masih banyak lagi contohnya.
Jadi merupakan sikap paling bijaksana, manakala kita bias mengelemnir perasaan dalam menghadapi kecemasan, sambil mempersiapkan diri dengan kiat-kiat untuk menghadapinya.
Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan tersebut adalah antara lain:
1.       Nikmati Hidup Yang Dilalui
Apapun keadaan yang dihadapi dalam kehidupan, coba saja untuk menikmatinya. Kalau kehidupan serba senang, tentu tidak terlalu payah untuk memupus kecemasan itu sendiri.
2.       Ambil Hikmah dari Hukum Rata-rata
Bila mana harus mengahdapi kesulitan, misalnya, pikirkanlah bahwa sebelumnya kita pernah merasakan kesenangan dan kelapangan. Jadi,wajar saja bila Wise Word mengatakan, hidup bagaikan roda. Kalau saat ini kita berada dibawah , tentu ebelumnya kita berada diatas. Ehingga secara average, keadaan kita menjadi impas. Menumbuhkan perasaan seperti ini, akan mengurangi rasa cemas dalam mengahdapi problem dan kesulitan yang menimpa.
3.       Bekerja Dengan Hal yang Tidak Terelakkan
Sebutanya saja tidak terelakkan, berarti kita harus mengahdapinya. Yang penting bagaimana kita menyingkapinya. Kalau bertemu tebing yang harus kita daki, ketemu lembah yang harus kita turuni. Kita tidak akan mampu meratakan gunung, atau menimbun lembah. Tetapi, bagaimana usaha kita agar bias sampai di puncak gunung dan di dasar lembah dengan selamat. Itulah yang harus dicarikan jalanya. Kecemasan saja, tidak akan menyelesaikan masalah yang akan dihadapi.
4.       Tetapkan Suatu Nilai Atas Kecemasan itu
Menetapkan nilai kecemasan dengan akibat yang akan diterima bilamana tidak mengatasinya. Dalam menghadapi ujian, biasanya seseora akan merasa cemas tidak akan lulus, boleh jadi memang itu yang akan terjadi. Karena rasa cemas akan membuyarkan , atau paling tidak mengurangi konsentrasi pikiran.
Konsekwensinya, bila tidak lulus, berarti masih harus menunggu satu kesempatan lagi yang berarti kecemasan dalam hal ini senilai dengan waktu tunggu , energy yang diperlukan, biaya hidup dan yang lainya yang dikeluarkan sampai kesempatan ujian yang akan datang. Menyadari nilai itu, akan mampu mendorong untuk menghilangkan kecemasan yang ada dalam diri.
5.       Menjaga Tetap Dalam Perspektif.
Kendatipun dalam kecemasan, sepanjang tetap berdoa on the coreeect track, serta dengan menyadari tetap mengarah kearah tujuan yang diinginkan, secara perlahan akan dapat menghilangkan, paling tidak mengurangi rasa cemas yang ada. Seoanjang mau konsisten menabung untuk keperluan dana dimasa pensiun misalnya, maka rasa cemas dalam menghadapi maa tersebut, akan berkurang banyak.
6.       Menyibukkan Diri
Melakukan aktivitas lain akan sangat mengurangi rasa cemas yang ada dalam diri, paling tidak untuk sementara waktu dapat dihilangkan. Misalnya, disaat menunggu suatu wawancara untuk sebuah pekerjaan , dapat saja kita melihat-lihat denah komplek kantor yang ada diruangan itu. Bias juga mengajak berbicara orang yang ada disana. Apalagi orang tersebut karyawan di perusahan tersebut, tentu dapat dijadikan sumber informasi yang akan menambah wawasan tentang perusahan tersebut. Hal ini jelas bias menjadi Added Value.

Apakah cara-cara diatas betul efektif dalam mengatasi kecemasan? Jawabanya tentu saja. Silahkan anda mencobanya !

Minggu, 09 Maret 2014

KHUSNUL KHATIMAH















Kumpulan Tulisan H. Amri Darwis,-Rasanya semua muslim mengiginkan akhir kehidupan yang baik. Tentu saja baik menurut ketentuan Allah. Ketentuan ini dikenal dengan sebutan KHUSNUL KHATIMAH, yaitu suatu akhir yang baik.
                Untuk memperoleh hal tersebut, tentu tidak begitu saja dapat digapai. Boleh jadi dengan usahapun belum tentu kita dapatkan. Apalagi jika usaha tersebut tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh
Paling tidak, ada 4 cara yang harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Tentu saja, untuk memungkinkan bias mendapatkan akhir kehidupan yang baik atau khusnul khatimah yaitu:
1.       Membersihkan Tauhid dari Kemusyrikan
Pada dasarnya, syirik adalah dosa besar, inna syirka la zulmun ‘azim. Oleh karenanya, hal itu harus dijauhi. Sementara itu, ada sebagian orang dalam keadaan tertentu, disadari atau tidak, justru telah berbuat syirik. Misalnya saja mempercayai rasi bintang yang sering ditayangkan di media masa, atau pergi bertanya dan minta aran kepada seseorang yang dianggap mempunyai kemempuan meramal masa depan, kemudian mempercayainya.
Ini jelas bertentangan dengan yang kita ucapkan dalam shalat,iyy ka na’budu wa iyyaka nasta’in. sekali kita mencari pertolongan dan perlindungan selain kepada Allah, maka musyriklah kita.
2.       Bertaubat Kepada Allah
Disadari atau tidak, semua manusia tidak dapat lepas dari perbuatan salah. Baik itu kesalahan kepada Allah, apalagi kesalahan terhadap sesame manusia. Coba renungkan, apa saja aktifitas dari mulai dari bangun pagi. Sudah tepat waktukah melaksanakan holat subuh?. Adakah shalat itu dilakukan karena Allah semata, bukan karena alas an-alasan lain?
Sewaktu sarapan adakah memulainya dengan membaca Bismillahirrahma nirrahim, dan menyudahinya dengan mengucapkan alhamdullillahirabbil’alamin?. Begitu pula saat akan melangkahkan kaki menuju tempat bekerja dan sesampainya ditempat tujuan dengan selamat, sudahkah berterimakasih kepada Allah. Lantas selama berinteraksi dengan orang lain ditempat kerja, apakah ucapan, tindak tanduk dan perilaku, selalu berada dalam koridor Islami dan seterusnya.
Padahal, untuk menutupi kelalaian, Rasulullah saja beristiqhfar paling tidak 70 kali sehari semalam. Berapa kalikah permohonan ampun yang telah kita lakukan? Dalam hadist yang diriwayatkah Tarmizi, Rasul mengatakan “sebaik-baiknya orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat
3.       Memperbanyak amal saleh
Kecenderungan umum adalah bilamana sudah melakukan shalat lima waktu yang diwajibkan, maka cukuplah
amal saleh pada hari itu.padahal, itu baru merupakan kewajiban yang memang harus dilakukan
Padahal shalat wajib akan mempunyai nilai tambah, apabila melakukan juga shlat sunat rawatib, membaca, menghayati dan mengamalkan Al-Quran, serta berbuat bauk dan mengulurkan tangan membantu orang lain yang membutuhkan, diminta atau tidak diminta, chairunna anfa’ahum linnas.
Seringkali kita menyambut tamu yang datang saja tidak bermuka manis. Apalagi tamu yang datang itu akan meminta bantuan kepada kita. Padahal senyuman itu adalah ibadah. Kadangkala bila ada orang yang mengundang kita, kita mencari-cari alas an untuk tidak datang. Bahkan mengucapkan salam saja saat bertemu orang lain kadangkala terasa berat esama muslim dan akan mendapatkan pahala bila kita kerjakan.
4.       Meminta maaf kepada orang
Bila mana kita pernah berbuat salah atau membuat orang lain merasa dirugikan baik moril ataupun materil maka dihari akhir kelak, orang tersebut dapat menuntut ganti rugi kepada kita dengan meminta sebagian pahala yang kita punyai. Oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut atau paling tidak meminimalkan digerogotinya pahala kita, ehingga bias menyebabkan kita “devisit pahala”yang pati akan menjadi malapetaka besar bagi kita. Maka berusahalah untuk meminta maaf kepada siapa kita mungkin berbuat salah. Dan bagi kita yang merasa diperlakukan tidak baik oleh orang lain, memaafkan kesalahan orang adalah sangat diaanjurkan. Malah hal itu merupakan salah satu cirri dari orang-orang yang bertaqwa kepada Allah:wal’afina’aninnas.

Kalau hal diatas sudah dilakukan alhamdullilah!kalaupun belum mungkin kita masih ada kesempatan. Yang menjadi masalah adalah, maukah kita melakukanya?